Teror Kepala Anjing ke Rumah Palti Hutabarat di Deli Serdang, Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi

Daftar Isi
Teror Kepala Anjing ke Rumah Palti Hutabarat di Deli Serdang, Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi
Lihat Foto
Aksi teror berupa pengiriman bangkai kepala anjing ke rumah orang tua Palti Hutabarat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggegerkan warga setempat. Peristiwa yang terjadi pada 18 Maret 2026 itu kini dalam penyelidikan aparat kepolisian karena diduga merupakan bentuk intimidasi terhadap korban.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga korban pada pagi hari, ketika mereka menemukan sebuah benda mencurigakan di halaman rumah. Setelah diperiksa, benda itu ternyata merupakan kepala anjing yang diduga sengaja dilempar oleh orang tak dikenal pada malam sebelumnya. Temuan itu sontak membuat keluarga terkejut dan merasa terancam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian ini tidak berdiri sendiri. Beberapa hari sebelum insiden tersebut, keluarga korban dilaporkan sempat menerima kiriman paket misterius dengan sistem pembayaran di tempat (COD) serta pesan-pesan yang bernuansa intimidasi. Rangkaian kejadian itu memperkuat dugaan bahwa aksi teror telah direncanakan secara sistematis.

Korban, Palti Hutabarat, diketahui merupakan seorang pegiat media sosial yang aktif menyuarakan berbagai isu publik. Aktivitasnya di ruang digital diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi aksi teror tersebut, meskipun hingga kini motif pastinya belum dapat dipastikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak keluarga bersama korban telah melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian setempat. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum dapat menyimpulkan siapa pelaku di balik aksi tersebut. Aparat juga tengah menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara teror ini dengan aktivitas korban di media sosial maupun faktor lainnya.

Warga sekitar mengaku resah atas kejadian tersebut, mengingat aksi teror yang dilakukan tergolong tidak biasa dan berpotensi menimbulkan rasa takut di lingkungan masyarakat. Sejumlah warga berharap pelaku segera ditangkap agar situasi kembali aman dan kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan pada 23 Maret 2026, kasus teror kepala anjing yang menimpa Palti Hutabarat masih dalam proses penyelidikan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta melaporkan apabila mengetahui informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini.